IBSW Serahkan Bukti Pendukung Kasus Dugaan Korupsi Bupati Kolaka

JAKARTA – Indonesian Bureaucracy and Service Watch (IBSW) menyerahkan bukti pendukung dugaan penyelewengan Pemanfaatan Low Grade Saprolite (LGS) bekas lahan PT Inco di Blok Pomalaa Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara yang melibatkan Bupati Kolaka, Buhari Matta. Bukti pendukung itu diserahkan langsung ke Sekretariat Kabinet (Sekab) dan diterima Sespri (Sekab), Sjahriati Rochmah, Jumat (31/8).

Chairman IBSW, Nova Andika mengatakan penyerahan bukti pendukung ini sekaligus mempertanyakan keberadaan surat izin pemeriksaan yang seharusnya sudah dilayangkan oleh pihak Kejaksaan Agung untuk memproses kasus korupsi Pejabat Negara.

“Temuan dari investigasi yang dilakukan oleh IBSW ini untuk mencermati pemberitaan di berbagai media massa mengenai tuntutan dari berbagai elemen masyarakat baik dari kalangan mahasiswa, LSM, dan penggiat anti korupsi terhadap penuntasan kasus dugaan korupsi yang dilakukan oleh Buhari Matta. Dan beliau berjanji kepada kami akan segera mengkoordinasikan untuk mengetahui apakah surat tersebut memang sudah masuk atau belum” kata Nova dalam rilisnya, Jumat (31/8).

Nova Andika membeberkan, bahwa dari hasil investigasi yang IBSW lakukan, ia mencermati beberapa fakta hukum dalam kasus tersebut, yaitu bahwa Kejaksaan Agung RI telah menetapkan Buhari Matta Bupati Kolaka Sulawesi Tenggara sebagai Tersangka sejak bulan Juli tahun 2011, Kejaksaan Agung RI melalui penjelasan Resmi Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI (pada saat itu.juga telah menegaskan adanya perhitungan BPKP tentang kerugian negara dalam kasus tersebut.

“Namun yang kami tidak mengerti, mengapa kini sudah 1 tahun kasus ini tidak juga kunjung diselesaikan, padahal menurut analisis hukum kami, jelas bahwa Bupati Kolaka tersebut telah diduga kuat memenuhi unsur-unsur terjadinya tindak pidana korupsi,” Ujar Nova Andika.

Unsur-unsur tersebut, lanjutnya, meliputi unsur-unsur perbuatan melawan hukum, unsur memperkaya orang lain, dan unsur merugikan keuangan negara. “Bupati Kolaka Buhari Matta tersebut dalam melakukan penjualan aset Pemkab Kolaka tanpa melakukan penilaian terlebih dahulu terhadap Nikel Kadar Rendah sebanyak 222.000 WMT milik Pemkab Kolaka tersebut , tanpa persetujuan dari DPRD Kolaka, tidak melalui mekanisme lelang, jelas melawan hukum dengan melanggar undang-undang yang mengatur tentang perbendaharaan negara,” ucapnya.

Bupati Kolaka Buhari Matta juga dianggap telah memenuhi Unsur Merugikan Keuangan Negara karena telah menjual Nikel Kadar Rendah tanpa melakukan penilaian harga terlebih dahulu seharga US $10 tersebut, “Harga yang disepakati jauh dari harga wajar, dan menutup kemungkinan akan adanya pihak lain yang akan melakukan penawaran harga yang dapat menguntungkan Pemkab Kolaka,” katanya.

Nikel Kadar Rendah sebanyak 222.000 WMT milik Pemkab Kolaka tersebut oleh Buhari Matta telah dijual kepada PT. Kolaka Mining International (KMI) dengan harga US $10 per MT. Kemudian Nikel tersebut oleh PT. KMI dijual kembali kebeberapa perusahaan di China dengan kisaran harga US $37 s/d US $60, namun dilaporkan kepada Pemkab Kolaka oleh PT. KMI Nikel tersebut dijual ke China dengan kisaran harga US $25 s/d US $33, yang jelas-jelas merugikan keuangan daerah Pemkab Kolaka sebesar RP. 29, 957 Milyar (berdasarkan perhitungan internal Kejaksaan Agung sebagaimana dilansir berbagai media massa). “Bukti pendukung inilah yang kami laporkan ke Sekab,” ujarnya.

Selain itu IBSW juga mendatangi Kejaksaan Agung dan diterima oleh Yudi Indra Gunawan, Wakasubdit Hubungan Antar Lembaga, “sebelumnya kami juga sudah mendapatkan pertanyaan mengenai kasus ini dari teman-teman mahasiswa yang datang kemari beberapa hari yang lalu, oleh karenanya kami akan mengkoordinasikan dengan Jampidsus untuk mendapatkan kejelasan mengenai surat permohonan izin tersebut,” Ujarnya.

Dari fakta-fakta tersebut telah terlihat semua unsur tindak pidana korupsi telah terpenuhi, sehingga kami menuntut Presiden untuk segera mengeluarkan surat izin pemeriksaan kepada Kejaksaan Agung terhadap Buhari Matta, dan Kejaksaan Agung segera melimpahkan kasus ini ke Pengadilan.

Namun hingga kini setelah berjalan satu tahun semenjak ditetapkannya Bupati Kolaka sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung, kasus ini tidak kunjung dilimpahkan ke Pengadilan. “Kami akan membedah masalah ini untuk menemukan hambatanya ada dimana, yang menyebabkan kasus ini tidak kunjung selesai,dan terus melakukan tuntutan dan pemantauan agar kasus ini segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor” ujar Nova. (jpnn)

http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=138333#

Unjuk rasa Kamerad
Foto: IST
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintahan SBY jika ingin dikatakan berhasil tampaknya ditentukan oleh komitmen dalam pemberantasan korupsi sesuai dengan janjinya yang tidak pandang bulu dalam pengentasan kasus korupsi. Masih banyaknya kasus korupsi yang dilakukan oleh Kepala Daerah membuktikan janji Presiden SBY belum terlaksana.
Seperti yang terjadi dalam kasus korupsi Bupati Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara, Buhari Matta yang sudah ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Agung pada tahun 2011 lalu. Namun, sampai sekarang kasus ini berjalan ditempat, dengan alasan belum ada surat izin dari Presiden kepada Kejagung untuk memeriksa Buhari Matta. Hal ini menjadi pertanyaan dari Komite Aksi Mahasiswa Pemuda untuk Reformasi dan Demokrasi (KAMERAD).
Sekitar 150 orang melakukan aksinya di Istana Negara dan Kejagung. Dalam aksinya mereka mempertanyakan kepada Kejagung sudah sejauh mana proses penyelidikan dan penyidikan kasus korupsi Buhari Matta.
“Satu tahun lebih kasus ini menggantung di Kejagung, dan ini tidak bisa dibiarkan. Padahal Kapuspenkum Noor Rachmad pada waktu itu jelas menyatakan, bahwa Buhari Matta sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Ketua KAMERAD, Vicky Fajar dalam orasinya, Kamis (30/8/2012).
Vicky juga mendesak Kejagung agar segera melimpahkan kasus korupsi Buhari Matta ke Pengadilan tanpa perlu menunggu surat izin dari Presiden RI. Karena lanjut Vicky kasus ini sudah berjalan lebih dari satu tahun, dan bukti-bukti sudah cukup jelas.
“Jangan sampai surat izin tersebut dijadikan alat untuk pelindung bagi koruptor seperti Buhari Matta,” tuturnya.
Sementara itu Presedium KAMERAD, Haris Pertama dalam pertemuannya dengan Wahyu Purnomo, Kabid Humbaga yang mewakili Kapuspenkum mempertanyakan proses penelusuran kasus tersebut sampai sejauh mana, sesuai dengan desakan dari massa AMPERA hari Selasa lalu.
“Kita ingin mempertanyakan kasus ini, karena yang kita pertanyakan ini kasus lama, bukan kasus baru. Harusnya penelusurannya lebih cepat,” jelas Haris.
Seperti diketahui, jika Buhari Matta, telah ditetapkan tersangka oleh Kejagung sejak 8 Juli 2011. Dengan sangkaan melakukan tindak pidana korupsi penjualan Nikel kadar rendah milik pemerintahan Kabupaten Kolaka kepada PT. Kolaka Minang Internasioanl (PT KMI) pada 25 Juni 2010.
Kemudian, Pemkab Kolaka menerima penyerahan dan pemanfaatan Nikel kadar rendah dari PT INCO TBK. Penjualan tersebut dilakukan tanpa melalui proses lelang.Padahal, Nikel dari PT INCO TBK dijual ke PT KMI dengan harga 10.00 US/wmt. Kemudian dijual kembali kepada Cina, dengan harga USD 45 sampai USD 60 per MT yang mengakibatkan negara mengalami kerugian mencapai. Rp 29,957 miliar.
Kejagung yang diwakili oleh Wahyu Purnomo mengatakan akan tetap melakukan koordinasi dengan Tindak Pidana Khusus (Jampisus). Wahyu meminta kepada teman-teman mahasiswa untuk bersabar.
“Akan kami pertanyakan, mudah-mudahan mendapat jawaban secepatanya. Agar tidak ada kesan, Kejagung mempetiesakan atau menenggelamkan kasus ini,” kata Wahyu Purnomo.

One thought on “IBSW Serahkan Bukti Pendukung Kasus Dugaan Korupsi Bupati Kolaka

  1. WPnya mantap cuman sekedar saran utk setiap postingan alias tulisan ditambahkan tag readmore atau baca selanjutnya, intinya pemotongan postinganlah spya WPnya tdk terlalu berat diload. sukaes selalu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s