Dialog Pro Kontra Blok Lapao-pao

Paseng Gerilyawan

pemerintah desa di blok lapao pao dgn penawaran kompensasi 10 M/thn perdesa ktk tlh terjadi kegiatan produksi tambang di hakimi tlh merugikan masyrkt, membodohi, mengkhianati sejarah, menggadaikan hak2 masyrkt, memperkaya diri sendiri dll tudingan yg aaasik skali, lalu lahirlah pansus DPRD yg rekomendasi akhirx antara lain : mengapresiasi dgn baik kegiatan penambangan PT ceria di blok lapao pao krn telah sesuai dng mekanisme n prosedur hukum yg ada dan meminta kepada PT Pemda n perusahaan utk mengakomodir hak2 masyakat di atas wilayah tambang Tsb.

Menyikapi rekomendasi DPRD tsb Pemda membentuk tim terpadu yg t’diri dr unsur Pemda, TNI n Polri utk melakukan infentarisasi n verifikasi scr lansung terhadap klaim kepemilikan/hak masyrkt di atas tanah eks.PT. IncO tsb, hal yg dr awal di tolak olh pemerintah desa selaku salah 1 pihak yg jg paling tw pakta di lapangan bhw ktk hal t’sebut t’jadi mk akan sdikit skali msyrkt yg akan mendptkan kompensasi di atas lahan tsb krn tdk memiliki bukti atas klim kepemilikan yg bs di buktikan scr hukum sementara qt berada dlm aturan main wilayah hukum bukan dlm wilayah nafsu, keinginan n pikiran sendiri2.Konsekwensi dr rekomendasi pansus n t’bentukx tim terpadu tsb adlh bg wrg yg benar2 memiliki dasar bukti kepemilikan n sah secara hukam mk berhak melakukan negosiasi secr lansung terhdp perusahaan n bagi wrg yg klaimx tdk bs dibuktikan secara hukum mk di persilahkan utk mengundurkan diri dr perebutan rupiah, Logis !

Mslhnya skrang brapa % masyrkt yg mempunyai bukti hukum di atas tanah tersebut ???

Dampak sprti apa yg akn terjadi jika t’nyata hanya 10% dr jumlah msyrkt yg mampu membuktikan legalitas di atas lahan tambang tsb ???

Yg lebih mengkhawatirkan lg terindikasi dgn sngt kuat bhw slh 1 desa di blok lapao2 tlh merekayasa SKT utk dijadikan alat bukti akal2an kepemilikan dgn menscan tanda tangan slh seorng mantan kepala desa di atas ratusan lmbr SKT tsb n konsekwensi hukumx ktk benar2 t’bukti adalah Pidana …

tp mari mencoba berpikir positif bhw ini adlh warna warni idealisme yg b’sih n perjuangan yg jjur untuk kepentingan masyarakat. Hahhahhay !!! Slm perjuangan, MERDEKA !!!”

Ihwan Kadir

Kepada yang terhormat Bapak Kepala Desa Ponre,Pemimpin rakyat Ponre dimana saya adalah bagian didalamnya karena saya telah ditakdirkan untuk lahir, besar, dan beranak pinak disitu sehingga tumbuh subur rasa cinta padanya yang oleh sebab rasa cinta itu saya tidak bisa apatis dengan seluruh dinamikanya, meski saya sangat faham bahwa diam adalah cara yang secara turun temurun telah terbukti paling aman di ponre waru ini. Sebelumnya mohon maaf karena beberapa dari pendapat bapak terpaksa saya koreksi karena menurut saya pendapat bapak memang butuh dikoreksi karena bapak adalah pemimpin kami dimana kami juga akan dimintai pertanggungjawaban oleh yang diatas, bilamana kami tidak mengamalkan perintah untuk saling mengingatkan sesama hamba yang sudah pasti tidak luput dari kekhilafan ini.

Berukut Koreksi Saya:

1. Soal Pansus.Pansus ini terbentuk oleh desakan mahasiswa (HMI) yang menyorot Bupati soal legalitas PT. Ceria. Namun tidak lama setelah pembentukannya, terjadi gejolak politik dimana koalisi partai penggusung H. Buhari Matta (calon gubernur sultra) menarik para kadernya dari pansus sehingga di tubuh pansus sendiri terjadi pro dan kontra. Indikasi pansus ‘masuk angin’ ini mulai tercium ketika terjadi pertemuan tertutup di Rujab Bupati Kolaka antara Bupati, beberapa anggota DPRD (pansus), Atto Sampetoding dan Prof. Abrar Saleng, (Pemilik PT. Ceria dan guru besar yang bapak kagumi sebagai orang yang sangat baik itu), membahas soal Blok Lapao-pao. Sejak itulah pansus mulai kehilangan ‘roh kebenaran’ dan seterusnya mengeluarkan rekomendasi yang sama sekali tidak menyentuh esesnsi pembentukannya yakni soal legalitas dan syarat2 yang diajukan oleh sebagian masyarakat yang tidak menerima konsep 7210 yang bapak gagas secara tergesa-gesa itu. (7 kapal sampel, 2 milyar untuk pembangunan desa dan 10 milyar kompensasi dalam bentuk janji).

2. Verifikasi, hal yang bapak tolak dari awal itu adalah kekeliruan juga. Karena dengan adanya verifikasi, identifikasi mengenai masyarakat yang memiliki hak atas lahan dan yang tidak memiliki hak atas lahan menjadi jelas.

3. Kekhawatiran bhw ktk hal t’sebut t’jadi mk akan sdikit skali msyrkt yg akan mendptkan kompensasi, itu juga tidak mendasar, sebab konpensasi adalah hak dasar yang harus diterima oleh masyarakat setempat dari perusahaan yang telah mengeruk keuntungan dari eksploitasi alam yang sudah pasti menimbulkan efek negative tidak hanya bagi kelestarian alam sendiri tetapi lebih-lebih multy negative effect bagi penduduk disekitarnya. Itulah logika kompensasi (CSR) yang tidak ada hubungannya dengan kepemilikan lahan. Adapun soal lahan? Itu adalah hak lain diluar dari kompensasi. Ketika suatu lahan telah mendapatkan pengakuan baik secara yuridis formal maupun legitimasi (konsensus) pemerintah setempat, maka secara otomatis lahan tersebut juga memiliki hak tersendiri, entah ganti rugi, bagi hasil, fee atau apalah namanya. Jadi, kesimpulan bapak tentang hak kompensasi/lahan seperti yang diatas itu benar-benar tidak bisa masuk dengan logika berfikir saya. Masa iya seorang pemimpin yang seharusnya mengedepankan perlindungan pada hak-hak rakyatnya justru malah melemahkannya dengan menjatuhkan vonis lebih awal bahwa legalitas lahan rakyatnya lemah, cacat hukum dan tidak layak diperhitungkan oleh PT. Ceria. Coba kalau bapak lakukan yang sebaliknya, back up masyarakat bapak seoptimal mungkin, dengan kekuatan legitimasi kepemimpinan bapak serta kekuatan persatuan masyarakat ponre lalu secara selaras perpaduan kekuatan itu digunakan untuk negoisasi dengan pihak manapun, saya yakin selain secara pribadi bapak bisa mendapatkan sesuatu yang layak, masyarakat yang tidak memiliki lahan tetapi notabene sebagai penerima dampak, masyarakat yang legalitas (legitimasi) lahannya jelas, juga dana pembangunan desa, semua bisa kita peroleh.

4. Ya. melakukan negosiasi secr lansung terhdp perusahaan. Itulah yang telah dilakukan oleh wrg yg benar2 memiliki dasar bukti kepemilikan n sah secara hukum melalui forum yang mereka telah bentuk, dimana saya sendiri oleh tokoh-tokoh forum tersebut dipercayakan sebagai juru bicara dalam beberapa negoisasi tersebut. Keinginan-keinginan warga ini pulalah yang sampai saat ini belum menemukan solusi karena pihak PT. Ceria tetap bertahan pada konsep yang bapak dengan kawan2 bapak telah tandatangani kesepakatannya dimakassar dengan mengatasnamakan seluruh masyarakat Blok Lapao-pao, yang sayang sungguh sayang bapak-bapak tidak meminta dulu persetujuan tokoh-tokoh pemilik lahan tersebut secara benar. Kalau bapak-bapak mau sadar, esensi dari pro kontra blok lapao-pao ini adalah pada konsep. Konsepnya Bapak-bapak yang kemudian menjadi kesepakatn bersama dengan Pemda dan PT. Ceria itu telah terbukti tidak mewakili rasa keadilan semua pihak sehingga muncul perlawanan dari pihak-pihak yang merasa dirugikan. Bahwa ada kepentingan politik Nur Alam, itu sama persis dengan keadaannya kepentingan politik Buhari Matta yang sama-sama akan bertarung di pilgub nanti. Bahwa ada sejumlah dana dan komitmen yang telah beredar antara segelintir masyarakat dengan perusahaan-perusahaan lain sebelum keberadaan PT. Ceria, itu juga tidak salah. Namun menurut saya semua kepentingan itu bisa terakomodir dengan baik andaikata ada proses duduk bersama dalam perumusan konsep pengelolaan Blok Lapao-pao. Sungguh sayang proses saling membuka diri itu tidak tarjadi hingga kemudian sekitar 700 massa melakukan unjuk rasa dan menyatakan sikap tegas menolak PT. Ceria dan menuntut bupati Kolaka mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT. Ceria dalam jangka 7 kali 24 jam. Apakah dengan dipanggilnya 13 kepala desa menghadap dikantor bupati lalu 11 Kepala Desa kemudian bertanda tangan mencabut pernyataan surat penolakannya terhadap PT. Ceria yang ditujukan kepada Gubernur beberapa waktu lalu duanggap telah menyelesaikan masalah?? Tentu tidak sesederhana itu, dan kita belum tahu apa yang terjadi berikutnya…………..??? O ya, bagi yang tidak lolos verifikasipun tidaklah harus angkat kaki dari perebutan rupiah. Memiliki lahan atau tidak, tetap saja semuannya akan menerima dampak negativ tambang, dan untuk itu masyarakat harus dibayar mahal oleh perusahaan…….
5. “Mslhnya skrang brapa % masyrkt yg mempunyai bukti hukum di atas tanah tersebut ???”
Tim Verifikasilah yang nanti akan menentukan berapa persen sebetulnya masyarakat yang memiliki bukti hukum atas tanah tersebut. Verifikasi adalah hal yang seharusnya dilakukan (bukan justru ditolak) olh pemerintah desa selaku salah 1 pihak yg jg paling tw pakta di lapangan. Tugas bapak adalah mendampingi rakyatnya jangan sampai diperlakukan tidak adil oleh Tim Verifikasi..
6. “Dampak sprti apa yg akn terjadi jika t’nyata hanya 10% dr jumlah msyrkt yg mampu membuktikan legalitas di atas lahan tambang tsb ???”
Jika misalnya hanya 10 % dr jumlah msyrkt yg mampu membuktikan legalitas di atas lahan tambang tsb, maka hanya 10 % pulalah yang berhak mendapatkan hak atas lahan mereka berupa ganti rugi, bagi hasil, fee atau apalah namanya. Sama sekali tidak ada kaitannya dengan CSR Perusahaan yang mekanismenya memang sudah jelas aturannya di dalam undang-undang.
Konpensasi adalah hak dasar yang harus diterima oleh masyarakat setempat dari perusahaan yang telah mengeruk keuntungan dari eksploitasi alam yang sudah pasti menimbulkan efek negative tidak hanya bagi kelestarian alam itu sendiri tetapi lebih-lebih multy negative effect bagi penduduk disekitarnya. Itulah logika kompensasi (CSR) yang sekali lagi tidak ada hubungannya dengan hak kepemilikan lahan. Adapun soal lahan? Itu adalah hak lain diluar dari kompensasi. Ketika suatu lahan telah mendapatkan pengakuan baik secara yuridis formal ataupun legitimasi (konsensus) pemerintah setempat, maka secara otomatis lahan tersebut juga memiliki hak tersendiri, entah ganti rugi, bagi hasil, fee atau apalah namanya..
7. “Yg lebih mengkhawatirkan lg terindikasi dgn sngt kuat bhw slh 1 desa di blok lapao2 tlh merekayasa SKT utk dijadikan alat bukti akal2an kepemilikan dgn menscan tanda tangan slh seorng mantan kepala desa di atas ratusan lmbr SKT tsb n konsekwensi hukumx ktk benar2 t’bukti adalah Pidana”.
Untuk indikasi tersebut, sebaiknya di buktikan saja scr hukum karena qt berada dlm aturan main wilayah hukum bukan dlm wilayah nafsu, keinginan n pikiran sendiri2. Sekali lagi saya hanya mengingatkan kata-kata bapak sendiri yang pernah bapak ajarkan kepada kami rakyat ponre melalui mimbar jumat: “Janganlah membangun kesimpulan diatas prasangka karena itu hanya layak dilakukan oleh seorang dukun”
8. “Trus lg msyrkt nda mw ngerti soal surat dirjen segala macam? yg merk mw tw mrk mendptkan apa it aja !”.
Masyarakat yang mana yang nda mw ngerti soal surat dirjen segala macam? Karena saya juga masyarakat. Ini lebih ironis lagi. Kenapa ketika status lahan masyarakat yang diangkat, bapak sebagai pemerintah paling getol menghadangnya dengan hukum formal sehingga rakyat tak mampu berbuat banyak, tetapi letika legalitas PT. Ceria dipersoalkan, bapak yang prestasi akademisnya “luar biasa”, tidak mau tahu soal itu. Padahal itu adalah hal yang sangat prinsipil untuk menjamin bahwa PT. Ceria benar-benar akan membangun pabrik sehingga dana 10 milyar yang telah meninabobokkan masyarakat bapak itu, benar-benar bisa di pertanggungjawabkan. Kalau dari sisi legalitas saja masih dipersoalkan oleh Negara (kementerian ESDM, dirjen minerba) bagaimana mungkin bapak bisa menjamin bahwa kelak masyarakat bapak akan di sejahterakan oleh pabrik tanah merah? Hal yang tidak bisa disangkali lagi adalah soal sampel 7 kapal dan surat pembatalan dirjen minerba yang bapak sendiri berusaha meyakinkan saya bahwa sampel seperti itu memang ada, serta surat dirjen itu palsu, pada faktanya sampel itu memang sebuah kebohongan dan surat dirjen itu ternyata memang benar adanya. Sekarang PT. Ceria sudah menyangkal dimana-mana soal sampel 7 kapal itu, begitupun Kadistamben sultra sudah membuat pernyataan resmi soal keabsahan surat dirjen itu. Mohon maaf, bapak harus secara gentle mengakui bahwa sikap korektif saya yang kemudian menjadi tudingan bapak kepada saya bahwa sikap saya itu hanyalah berupa fikiran yang dibangun diatas prasangka buruk dan hanya layak dilakukan oleh seorang dukun ternyata adalah sebuah pemikiran cerdas yang dibangun oleh keilmuan yang memadai. Beruntunglah masyarakat Ponre dengan sikap saya, karena dengan sikap saya dan teman-teman yang sefaham dengan saya, Ponre tetap dapat 2 milyar tanpa harus menjual tanahnya 7 kapal.
Wal akhir, salah satu yang membuat saya sebagai seorang rakyat tetap bangga pada bapak sebagai pemimpin saya, karena saya yang mungkin oleh oleh bapak dan masyarakat ponre telah di cap sebagai seorang pembangkang, secara pribadi tetap memberi saya lambaian tangan hangat serta senyum khas sebagaimana yang dulu saya dapatkan dari seorang sahabat kecil dan remaja saya, Awaluddin Paseng.
Mudah-mudahan Allah SWT kelak akan memperlihatkan kepada bapak bahwa sikap saya yang seperti ini bukanlah berangkat dari niat yang buruk. Amin ya Rabbal Alamin……………..
Benar sekali kata bapak, “mari mencoba berpikir positif bhw ini adlh warna warni idealisme yg b’sih n perjuangan yg jjur untuk kepentingan masyarakat”.
Wassalam !!! Slm perjuangan, MERDEKA !!!
 Dari seorang rakyat yang mencintai pemimpinnya.

Suka · · Berhenti Mengikuti Kiriman · Rabu pukul 23:08

    • Paseng Gerilyawan

      sy menanggapi nda t’lalu panjang, mudah2an menyentuh substansi mslh : 1. Iya, msyrkt ponre nda mw tw soal surat dirjen dsb yg mrk tw ada isin dr bupati n tdk ada police line silahkan trus bekerja sepanjang mrk tdk dirugikan n sy jamin sampai sejauh ini msyrkt tdk mrs dirugikan sehingga kegiatan tambang jln trus n sy rasa diamnya msyrkt bkn krn tradisi diam krn orang ponre bukanlah masyarakat yg tdk kritis buta n tuli tp mrk diam bhkan mendukung PT. Ceria krn hak2 mrk sampai sejauh ini t’wakili n kalo mw bicara legalitas mungkin kegiatan pengambilan sample yg p’nah bang iwan lakukan dgn PT. Ponre jauh lebih ilegal jd lbih baik nda usah t’lalu jauh msuk kesana.. 2. Soal legalitas hak2 masyarakat inilah yg kami dampingi sejak awal sehingga terjadi kesepahaman dgn PT. Ceria soal kompensasi 10m/th/desa tnpa p’lu menunjukkan legalitas apapun,pemerintah desa tinggal menginfentarisasi klaim atas tanah tsb spy tdk t’jadi tumpang tindih lahan yg bs menimbulkan masalah lain, jd kalo ada yg nganggap sy melemahkan hak2 msyrkt mungkin bagus memilih topik yg lain utk memojokkan sy krn msyrkt sendiri bs menilai 3. Benar bhw masyakat/desa akan ttp mendptkan CSR krn itu kewajiban perusahaan tetapi yg kami inginkan adlah selain cSR mereka jg mendptkan kompensasi lansung dr lahan2 yg ada n kekuatan mrk akan lemah ktk hrs dihadapkan oran/orang krn fakta yurdis empirisnya mrk mmang lemah sy tdk mungkin memperhadapkan masyarakat yg lemah yg sy pimpin dgn tembok kekuasaan yg penuh dgn kepentingan, sampai akhirnya t’bentuk tim t’padu pemda yg akn turun memperivikasi klaim msyrkt sebagaimana yg diminta oleh porum yg bang iwan jubiri ktk ada pansus di wolo n sampai di sini pun sy ttap b’tahan utk 2 opsi n itu dikabulkan utk ponre . 5. Masalah pabrik sy ttap berkeyakinan bhw pabrik t’sebut akan ada n berdiri. 6. Masalah sampel benar bhw kesepkatan adlh 7 kpl adapun ketika lebih n itu akan di ambil seluruhnya dr ponre jika desa lain ttp blm t’buka ato peraturan mentri t’hdp larangan ekspor ore bln 5 nanti bs berubah n sy sdh mengkomunikasikan dgn perusahaan utk setiap kapal di hargai sbgmn hrg pasar saat ini 2 dlr/mtrik ton di tambah CSR 2 m. Ini saja yg penting barangkali, mudah2an sy ttp menjadi teman yg baik walo berbeda sikap krn trus terang kalo b’bicara gentle justru sy yg b’tanya ke bang iwan krn ktk diskusi trakhir di rumah n sy menyampaikan konsep sy sepakati utk ponre dgn perusahaan seingat sy bang iwan sampai mengatakan kalo begitu tdk ada mslh bahkan kalo mw di ambil semua skalipun sblm ada pabrik silahkan, koq tb2 di luar triak2 kalo konsep itu membodohi msyrkt dll ! Jd silahkan trus b’juang utk forum yg bang iwan jubiri n tlng di kesampingkan ponre dlm setiap pembahasan sprt yg qt sepakati wktu pansus di wolo n krna (maaf) mayoritas msyrkt ponre ttp mengamanahkan kpd sy utk memp’juangkan hak2 mrk, biarlahh masyarakat yg sama2 qt atasnamakan yg menilai n biarlah sejarah yg kelak mencatat siapa yg benar2 jujur b’pihak kpd msyrkt !!!
      Kemarin jam 0:35 melalui seluler · Suka · 1
    • Ardin MarennuBe the best lah sodara………

    • Fakta AmaliaDiskusi ni yang bagus, buka2an tapi tetap santun…

      Kemarin jam 3:58 melalui seluler · Suka
    • Anlin’k AnharYahh… Diskusi yg ilmiah… Jd toeri dialektika Hagel menyatakan bahwa setiap pase perkembangan dunia merupakan rentetan dari pase sebelumnya….intinya dialog dua orang sahabat diatas yg meski berbeda argumentasi dan konsepnya masing2, menjadikan sy yg masih muda ini memahami bahwa tenyata ungkapan yg menyatakan “perbedaan adalah rahmat” adalah benar adanya… Selamat berjuang bravo blok lapao-pao hormatq ANHAR

      Kemarin jam 4:27 melalui seluler · Suka
    • Paseng Gerilyawan

      T. Kasi utk seluruh saran yg konstruktif, harapan sy mari trus berjuang utk idealisme yg qt usung, sampaikan konsep n idealisme it tanpa p’lu menyerang, menjatuhkan n menjelekkan orang lain, krn seseorang tdklah hina krn cercaan tdk pula mulia krna sanjungan seseorang, jujur knp sy mls b’komentar di group ini krn kdng sy meliat koment2 yg ada tdklah mendidik n membangun bahkan kdng disampaikan tanpa data yg bs di p’tanggung jawabkan secara ilmiah n minta maaf jika sekiranya koment sy ada yg tdk mengenakkan, sy sdh brusaha menahan diri tp toh akhirnya sy ttaplah manusia biasa yg jg bs t’pancing oleh sesuatu n lain hal, segala sesuatu pasti akan ada akhirx, qt b’doa di balik segala upaya qt mudah2an hasil akhirnya adlh kebaikan !
      Kemarin jam 5:09 melalui seluler · Suka · 2
    • Ardin Marennu

      just wait the moment….mungkin sodara2 kita yg lain termasuk saya memberi komentar tanpa data2 atau angka2 yg bisa dihitung…seakan-akan mereka yang paham dgn data dan angkalah yang pantas utk melegitimasi konsepnya atas org lain, mengatasnamakan org yg banyak utk menyampingkan komentar org lain….saya menaruh hormat terhadap senior Paseng Gerilyawan tetapi org lain juga bisa saja benar, selalu ada dua sisi terhadap setiap benda dan permasalahan yg mana keduanya pasti saling membutuhkan utk melegitimasi eksistensinya….disini kita memperlihatkan lakon kehidupan yg menjadi rona baru terhadap generasi ponre…mereka termasuk saya juga ingin menyumbang sesuatu walaupun nilainya tdk berbobot terhadap desa TPW…generasi muda ponre sedang belajar langsung menerima keadaan tentang arus pergeseran, mestinya kita menggiring mereka…..begitu juga dgn sodara Ihwan Kadir, saya angkat topi terhadap usaha dan pergerakannya…..saya secara pribadi sdh menyampaikan secara langsung dan tdk langsung akan prinsip saya……semoga Allah SWT mempunyai rencana yang baik akan kampung kita dan kita tdk terlena dgn data dan angka2……Allah merahmati kita semua…
    • Anlin’k Anhar

      Luar biasa!!! Berbedaan konsep adalah hal yg wajar, dua konsep yg berbeda dengan satu harapan yakni terbaik untuk kita semua… Sy sangat kagum dgn konsep bang Ihwan kadir dan konsep bang paseng grilyawan… Sy msyarakat yg masuk dalam blok lpao2 tidak akan perna menutup diri persoalan blok lapao2 termasuk jika suatu waktu ada konsep yg lebih atau mungkin salah 1 dari konsep yg ada yg kemudian akan melahirkan kesejahtraan..sebenarnya kita semua 1 tujuan semoga kita semua bermuara pada harapan kita semua
      Kemarin jam 19:18 melalui seluler · Suka
    • Ihwan Kadir
      Ehm…..PT. Ponre (Perusahaan yang tidak bonafide dan tidak layak diajak “main”, katamu) dapat iklan gratis nih ………Trus mengenai sampel 7 kapal saya salut pak kades ponre yang tetap konsist mempertahankannya tetap ada, bahkan masyarakat nantinya akan mendapat 2 dolar/ton (Janji itu utang, Ok?). Syukurlah meski saya baru tahu kalau sudah seperti itu konsepnya, karena (khusus untuk kasus ponre) memang itulah yang saya tuntut sejak dini dan karena tidak ada kejelasan lalu saya teriak lebih keras lagi..hehehe… saran saya, sebaiknya hal itu jangan sekedar lisan tapi segera di akte notariskan biar mayarakat punya kekuatan hukum ketika misalnya perusahaan kelak tidak komit…………..( Maaf…terlanjur saya menolak)

    …………………………………………………………………………………………………………………………………….

  • …………………………………………………………………………………………………………………………………….
Tulis komentar…

Assalamu alaikum, sahabat semua….
Setelah informasi saya tentang PT. Cerindo (Blok Lapao-pao) beberapa tahun lalu yang oleh pemerintah setempat disebut sebagai kebohongan, hari ini tak terbantahkan lagi akan kebenarannya. Buhari Matta dan Atto Sampetoding kini telah berstatus terdakwa tindak pidana korupsi dan menjadi tahanan Negara. Dalam waktu dekat, kasus ini akan terus dikembangkan dan sangat mungkin menyeret beberapa nama baru.
Sekedar informasi lagi, H. Amir Sahaka kini telah memegang SK pejabat Bupati Kolaka menggantikan H. Buhari Matta, dan minggu ini insya Allah akan dilantik.
Sahabat, Jadilah orang yang pandai memilah dan menelaah informasi. Karena sesungguhnya hampir setiap hari kita dibohongi oleh orang-orang yang hanya peduli pada ‘dukungan’ rakyat, bukan peduli pada rakyatnya

Suka · · Berhenti Mengikuti Kiriman · Minggu pukul 8:38 melalui seluler
  • Bitara Nyila menyukai ini.
  • Imelda Arief Wakaaakaaaa….kkkk, gk ad yg koment tuh…!!!! Lg pd malas bati2q om katrlnjur na cap ki mgkin biang kerok ha..ha…ha..!!!
  • Ihwan Kadir Ya…biang kerok yg telah menginspirasi banyak orang….
  • Sukri Itachy btul itu swdra.. di mna terjdy penindasan di stu kt hrus melwan (MASBAR) hdup msyrkat trtindas n mhasiswa pjuan..
  • Ihwan Kadir Ya!! Meski kadang aku hanya melawannya dengan diam…..kenapa?? Karena aku tahu hukum alam itu jauh lebih mengerikan….
  • Ikar Puang Janggo Yg tersangka tersangkalah,,penjarakan, klo boleh ditembak mati.!!!tambang tiada bersalah, yg salah yg menyalah gunakan wewenang.. Semoga di copot oleh Tuhan dr Dunia ini. Amin,,
  • Ihwan Kadir Ya!! Tambang tidak perlu merasa bersalah, karena Tuhan menitip rasa bukan padanya….tapi pada kita…
  • Bitara Nyila …Kanda ihwan…tentu kita sepakat bahwa semua tindak pidana harus diproses sesuai dengan hukum yang berlaku dinegara kita…apa lagi dugaan tindak pidana korupsi yang jelas2 merugikan kita sebagai msyarakat..entah siapun yang terlibat, baik yang mungkin dilakukan oleh buhari matta selaku bupati…saya..atau bahkan bang ihwan sendiri…!
    Maaf sebelumnya…sebenarnya saya pribadi tidak terlalu tertarik dengan permasalahnan ditetapkannya buhari matta sebagai terdakwa atau siapapun itu yang yang akan diseret kepengadilan…!
    Saya lebih tertarik untuk berkomentar terhadapa postingan bang ihwan di grup ini…..
    Entah dengan kesengajaan atau ketidak pahaman bang ihwan tentang tindak pidana yang dilakukan oleh buhari matta..atau bang ihwan sengaja untuk menghubungankan status buhari matta sebagai terdakwan dengan blok pao-pao itu sendiri untuk membentuk opini tertentu…..? Entahlah…
    Dari berbagai sumber pemberitaan baik media cetak lokal sulawesi tenggara maupin media nasional disebtkan bahwa Buhari Matta dianggap bersalah, dikarenakan menjual nikel kadar rendah sebanyak 222 ribu milik Pemkab Kolaka ke PT Kolaka Mining Internasional tanpa melakukan penilaian harga seharga 10 dolar AS per MT.
    Kemudian, PT Kolaka tersebut menjual nikel ke beberapa perusahaan di China dengan kisaran harga 37 dolar AS sampai dengan 60 dolar AS per MT.
    Perseroan Terbatas (PT) KMI sendiri melaporkan ke Pemkab Kolaka bahwa nikel tersebut dijual ke China dengan kisaran harga 25 dolar AS sampai 33 dolar AS. Dalam kasus ini, negara dirugikan sebesar Rp29,957 miliar….
    Bisaja jadi dlam perkra ditetpkannya buhari matta sebagi tersngka tidak ada hubungannya dengan dengan blok pao-pao itu sendiri…….?
    Entah saya harus menyebut bang ihwan sebgaia apa..? Pengamatkah..praktisi kah…analis kah…atau apa kah….tp tentu sebagai seorang yang banyak makan asam garam didunia tentu harus paham betul materi yang akan disampaikan ke publik sehingga bisa membawa minimal kebaikan kepada masyarakat….?
    Sebagai pribadi maupun bagian dari ikatan pelajar mahasiswa ponre meminta kepada bang ihwan untuk menyampaikan informasi yang akurat, jujur dan benar kepada kami sebagai anak bawang…!
    sebagaimana tulisan bang ihwan diatas yang menghimbau kepada kita untuk cerdas memilah dan menelaah informasi harus betul2 difahami dan dilaksanakan…agar tidak terseret kepada kepentingan2 pribadi yang akan merugikan kita sebagai suatu komunitas dan keluarga….
  • Ihwan Kadir Bitara nyila….langit tetaplah biru..dan diatasnya selalu ada langit yang lain…apa yang aku bilang dan kau bilang pijakannya tetaplah pada fakta….soal opini, tergantung tingkat kesensian seseorang dalam mene laah…..bukan begitu??
  • Bitara Nyila …Langit biru kadang tersamar oleh hitamnya mendung….entah dilangit kedua atau selanjutanya terpengaruh oleh mendung juga….? bukan begitu….?
  • Ikar Puang Janggo Krn 1 opini dapat menimbulkan 2 opini, apa lg opini pertama tak tepat pada sasaran, langit yg kliatan cerah pun dpat brubah derastis dan mendatangkan hujan lalu banjir yg meluluh lantahkan,, ini bukan opini, ini FAKTA
  • Ihwan Kadir Kata pepatah, membetulkan sebuah arloji yang ngadat, tidak perlu menggunakan palu2…….
    Btw, bukankah lebih bijak jika kita semua introfeksi diri, mau belajar dan terus belajar, tidak kesusu, berdialog dengan baik, dan seterusnya….???
  • Paseng Gerilyawan Mslahx sderhana, sy spkt dgn kang iwan introsfeksi n trus blajar; 1. Kasus yg menyeret BM n Atto tdk ada kaitanx dgn blok lapao,terbukti dr dl mslh legalitas tender blok lapo pao trus dipermsalahkan tp xtax sampai hour ini PT ceria tdk terusik dng mslh hukum, jd kalo mw disangkut pautkan mk itu upaya penyesatan opini. 2. “Perebutan” blok lapao pao adlh politik n bisnis n dmnpun it orang yg mrs kalah pasti tdk puas n triak2,itu logis n Lumrah. 3. “idealisme” spy kelihatan jujur n gagah mmang hrus mengatasnamakan Rakyat krn skali lg ini politik n uang,tp pembuktianx sederhana tinggl nunjuk masyarakt mana yg diatsnmkan, setiap pemuda merasa mempunyai hubngan dgn Laila tp Laila tdk mrs mempunyai hubngan dgn pemuda tersebut (demikian ujar2 orng arab).
  • Paseng Gerilyawan Dan khusus utk ponre PT ceria baru skedar membuat jln yg skrang dipergunakan n dirasakan manfaatx oleh masyarakat lalu dpt kompensasi dana utk rampungkan pemb.masjid n prasarana pendukung,Tribune,operasional pesantren, insentif Imam n guru ngaji, Insentif aparat desa (Allu jg dpt dong !!!) Lalu letak mslhx dmn ??!!
  • Sukri Itachy bgnhy sja.. jka sebuah ophy mngandung unsr pndidikn n kbaikn yg brkaitn,di lpngn apa slhx kt simak n kji.
  • Sukri Itachy n mslh itu bsa mmbntu kt sbg mhasiswa untk lbih kritis. adpun pexmpaian opnix yg.kurng akurt itukn bsa kt mklumilah
  • Ikar Puang Janggo Sukri,, tdk ada istilah kata memaklumi dlm opini yg tdk tepat sasaran, ini bukan onde2 yg bs dimkalumi klo kurang manis
  • Sukri Itachy krn stiap orng tdk da yg smpurna. z slut untk bng ihwn krn tlh mmbuat opny yg brsifat mmpringatkn kt sbg mhsiswa yg krts
  • Ikar Puang Janggo Sukri, tabe’ sy garis bawahi kata “kritis”. Tdk prnh sy dapat org yg mengaku keritis yg Memaklumi, kritis itu ada karena TEGAS , bkn karena Memaklumi bos..
  • Sukri Itachy ikar.. kmu,menilai opny ihwan. kurng sasrn dri sgy mna? aspkx apa? n sehrusx opny ihwn hrus sprty pa biar tpt sasrn?
  • Ikar Puang Janggo Baca dan telaah penjelasan Bitara Nyila, itu cukup berdasar..
  • Sukri Itachy bnar krits, itu tgas tp kmu,tau tdk mmbuat opny tdk gmpng. kt hrus slah dlu untk mncpai yg bnar. cba kmu yg buat bsa tdk
  • Paseng Gerilyawan Hemat sy gini, drpd saling tuding dgn trus membhs n memprovokasi blok lapao mending qt sama2 betukar pikiran n berupaya bgmn mendidik msyrkt spy lbih cerdas n santun dlm sgl hal trmasuk dlm b’politik krn nda lm lg qt akn dihiruk pikukkan oleh mslh pol…Lihat Selengkapnya
  • Sukri Itachy ikar.. kmu tau tdk pa pesan yg di smpaikn ihwan melalui opnhyx? lgian ksus itu msi thp pxeldkn lbih lnjt biar lbh jlas.
  • Sukri Itachy bkan mslh untuk sling mnuding tp jujur z wrga lapao pao. yg diktkn ihwan itu bnar skli. krna itu xta terjdi di lpao pao.
  • Sukri Itachy iseng.. z spkt dngn anda dngn adax opny ini kt bsa lbih crdas, kritis, n lbih dewasa mngkaji mslh, n lbih mngutmkn rkyat
  • Ikar Puang Janggo Sukri, bos.. Hahaha kritis kok gitu, klo sdh berstatus terdakwa itu sdh pasti kedepannya dijerujikan, bedakan status penyelidikan dan penyidikan,, tolong sedikit di fahami bhasa Hukum,
  • Sukri Itachy ikar.. pa perbedaax status pxelidkan dngn pxeldikn.. jlaskn dlu sma z.. mngkin z bsa mnger dri pnjlsn anda.
  • Ihwan Kadir Hubungannya antara tertangkapnya Buhari Matta dan Atto dengan Blok lapao-pao begini, Atto adalah pemilik PT. Ceria sang pemenang tender blok lapao-pao. Sedangkan Buhari adalah bupati kolaka yang mengeluarkan ijin bagi PT. Ceria untuk menambang blok lapao-pao. Kini, kedua aktor utama blok lapao-pao itu sdh ditahan negara karena kasus korupsi.
  • Ihwan Kadir sahabat, sekarang jawab sajalah sendiri dimana hubungannya…. Tapi kalau ada yg ngotot bilang tdk ada hubungan apa2nya, ya sudahlah. Tdk perlu di giring kemana-mana sembari mempertontonkan kepongahan dan ketidak dewasaan kita…. Nanti malah blunder bro…
  • Sukri Itachy ihwan btul itu cdwrda jd nda usah lah kt trlalu hega.pd intix mlalui opny ny mri kt bjar sma2 gar msyrkat lbih di utmkn.
  • Imelda Arief Saya sebagai anak bawang juga, mulai sedikit faham soal ‘hubungan itu. Hubungan kausalitas namanya ya om iwan?
  • Ihwan Kadir @Sukri, dalam dunia mahasiswa, opini itu adalah senjata AK 47 hehe….meski dalam status sy diatas bkn untuk itu tujuannya….
    @Milda, betul! Kausalitas atau hubungan sebab akibat. Buhari dan atto memang sdh status tersangka sebelum lelang blok lapapo…Lihat Selengkapnya
  • Paseng Gerilyawan Sy jg mrs sdikit “sok” tp bolehlah utk sebuah harapan, kpd diri sendiri, saudara,adik maupun anak dlm grup terpelajar ini; sikap kritis n “kecerdasan” it Anugerah mari qt syukuri n pertanggung jwbkan itu sbgi modal besar utk lebih membangun diri sendi…Lihat Selengkapnya
  • Bitara Nyila …Wahhhh terlalu dipaksakan bang ihwan hubungannya hehehe… kalau hubungan yang seperti itu menurut hemat saya bukan merupakan hubungan hukum bang ihwan…setidaknya belum menjadi hubungan hukum sampai saat ini, entah kemudian belakangan terungkap pr…Lihat Selengkapnya
  • Ihwan Kadir Bitara Nyila, hehehe…sedikit saja, yg membedakan antara saya dan mungkin anda atau siapalah adalah tdk terlalu pedulinya saya pada cap-cap org lain mengenai apakah saya baik atau tidak, alim atau bajingankah, pembohong atau tidakkah saya…..hehehe….tapi dalam beberapa hal ‘tertentu’ memang, saya akan sangat peduli dan biasanya selalu siap mengambil resiko apapun darinya….
  • Bitara Nyila Hehehehe ini umum saja bang…tp kembali lagi tingkat kesensian seseorang menilainya….! Tp biasanya tiap saya melempar pancing dilautan lepas…saya tidak bisa memilah ikan apa yang menyambar mata pancing saya….! Ikan apa pun itu saya harus menarinya kedaratan….
  • Ihwan Kadir Hehehe….mantap!! Sepanjang yang terpancing itu adalah ikan maka tariklah ia, dan nikmatilah…..hehehe
  • Bitara Nyila Weitsss mantap betul…Apa lagi kalau ikan putih besar saya jamin semua akan dapat bagiannya…..ayo kita bakar kemudian santap rame2….heheheheheheh…!
  • Aztwar Ottoy Heeemm….status dan komentar diatas sebenernya sederhana Dan baik untuk di jadikan bahan pertinbangan, motivasi dan rancangan untuk langkah menuju Kampung kita yg lebih baik sepanjang kita mau mengkaji lebih dalam dengan menggunakan Hati Nurani yg …Lihat Selengkapnya
  • Darul Islam Paseng Aga kareba anaure semuanya ? Jangan tegang-2 diskusinya biarlah penegak hukum kita bekerja ! Om sependapat dengan anaure kita yang ganteng ( aztwar ) dengan kejadian tersebut kita jadikan acuan kedepan hanya orang-2 yang bersih, jujur dan punya tanggung jawab moral yang bisa jadi ( Ponggowa Kampong ) demikian.
  • Sukri Itachy yayaya.. ehm bole kt gnti pembhasn.? itu pun lw kk kk smu yg gnteng n cntik mw. clx,msi,bxk mslh yg hrus kt pljari,
  • Ikar Puang Janggo Sukri, ah alay aja lu bung..!!! Hahaha
  • King Junior Paseng Msh prl kyaknya bnyk2 blajar hkum komandan iwan..mudding aj prnh crt di awana batang kalukue klau mslh hkum buhari matta kt serahkan k,pnegak hkum n kt sbg wrg ponre prbnyk aj gotong royong..
  • Ikar Puang Janggo King@: mengakuka’. Salam sm mudding
  • Imelda Arief Sm2 bljarmi sj. Bnyk hal memang yg prlu dpljari trmsk bljr untk tdk coddo’ rantasa. Kluarkan aja pndpat snjang it bs dprtnggng jwbkn dngn alsn n pijakn msng2. Mdh2an kt spkat bahwa group ini bkn ajang untk jago2an jd koment yg sifatx (gk prlu n mngrah keranah pribadi), please …krm pesan kenmrx lngsng yg brsngkutan…!!!
  • Wadhy Wijaugi Salam hebat dan sukses lahir batin untuk semua keluarga besar Ponre Waru.
  • Afni Aja Lah Pak aku bingung dgn orolan diatas,jadi bagaimana kelanjutan tambang di ponre,masih menerimakah karyawan.mohon bantuannya pak
  • Mahmullah kembalikan kepada moderator dlu dich..!!! panitia siapkan komsumsi, supaya dialognya berjalan aman, tertib dan saling menghargai…!!!(ada biasanya itu istilahnya mahasiswa LOGIKA TANPA LOGISTIK ANARKIS)….KWKWKWKWKWKWKWKKWW

 

3 thoughts on “Dialog Pro Kontra Blok Lapao-pao

  1. blok lapao-lapao…..topik yang sangat hangat, saya teringat akan pertama kemunculan wilayah pertambangan emas di kab.bombana, yang perlahan-lahan sekrang mulai redup, yang menurut saya sangat mirip “kusutnya” dengan blok lapao-lapao ini. mungkin sekedar saran untuk stack holder di desa ponre waru, saya menilik bahwa betul apa yang ada pada ungkapan2 sebelumnya bahwa keberadaan kegiatan pertambanngan di desa ponre beserta dengan smua embel2nya semua sudah terbungkus/tersusun rapai dengan berbagai kepentingn entah itu kepentingan politik, ekonomi, bahkan mungkin kepada kepentingan pribadi wallahu wa’lam. saran saya semakin banyak kelompok2 atau “kotak2” yang ada di poren wanru, maka akan semakin mempermudah para pelaku bisnis pertambangan untuk masuk dan mengeruk harta kekayaan alam di desa bapak2 sekalian yakin dan percaya, kenapa saya bisa berkata demikian karena dari adanya “kotak2” ini, para pebisnis akan bisa menilai bahwa ternyata masyarakat di ponre waru juga punya kepentingan sendiri2, bukan kepentingan untuk seluruh masyarakat desa. nah dengan dasarr itulah mereka bisa mendekat, memberikan segudang janji2nya sampai akhirnya masyarakat kita akan terlena akan hasil yang mereka tawarkan tanpa menilai alhasil dari pertambangan ini pak. saya sangat prihatin kepada masyarakat kabupaten kolaka pada umumnya. kolaka sangat kaya, kolaka sangat makmur, tapi kenapa sdm nya sangat mudah dihipnotis dengan miliar, sangat mudah dihipnotis dengan ore. dsb… pernahkah kita berfikir, apakah “tanah merah” yang sangat berlimpah yang ada di pomalaa,di blok lapao2 dn di tempat lain di jazirah kolaka, hanya bisa digunakan untuk “penggalian ore” yang hasilnya hanya sekian tahun saja dan menyisakan penderitaan sampai kiamat, kenapa tdk pernah ada kreatifitas2 masyarakat desa, yang di fasilitasi oleh pemerintah setempat untuk membentuk badan usaha sendiri untuk mengolah lahan tersebut, yang bukan untuk pertambangan yang menurut hitung2an saya, bisa lebih mensejahterakan masyarakat desa ponre waru, entah itu di bidang pertanian atau kah dalam hal2 lain. sekian saran saya, maff terlalu panjang. he.he .
    mohon maff atas kelancangan dan kekurangan saya cuman ingn melihat masyarakat kolaka maju, yang nota bene saya juga darah kolaka, meski sudah berpindah domisili.
    salam hangat untuk seluruh masyarakat desa ponre waru

  2. Saat ini Bupati Kolaka, Buhari Matta dan Atto Sampetoding, Bos PT. Cerindo sedang menjalani status terdakwa di Kejaksaan Agung RI untuk kasus korupsi Low Great Pomalaa….
    Bagaimana dengan masyarakat yag telah kehilangan hak kompensasinya karena iming-iming 10 Milyar per desa itu? Maukah bertanggungjawab para kepala desa yang telah menerima pembayaran kompensasi awal itu??
    yang merasa paling pintar di Blok Lapao-pao itu?? Hahahaha….Istighfar kalian !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s