Pemprov Sultra apresiasi Larangan Ekspor Tambang Mentah

PDF Cetak E-mail

Kolaka, 21 Februari 2012

Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam menyambut baik pelarangan ekspor tambang dalam bentuk mentah sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan menteri nomor 07 tahun 2012.

Menurut Nur Alam, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan Peraturan Menteri (Permen) No: 07 Tahun 2012 terkait peningkatan nilai tambah mineral dan larangan untuk mengekspor produk-produk pertambangan jenis tertentu dalam kondisi mentah (raw material).

“Dengan adanya Permen itu maka produk pertambangan tertentu dalam kondisi mentah tidak boleh diekspor atau dijual ke luar negeri, seperti ore nikel. Ini akan menguntungkan bagi daerah masyarakat dan negara” kata Nur Alam.

Permen tersebut kata Nur Alam akan diberlakukan pada minggu kedua Mei 2012, sehingga perusahaan tambang yang ada di daerah ini diharapkan sudah memiliki persiapan tertentu terkait pemberlakuan perturan menteri tersebut.

Dalam Permen itu jelas Nur Alam, mewajibkan setiap jenis komoditas tambang mineral logam tertentu wajib diolah dan atau dimurnikan sesuai batasan minimum pengolahan maupun pemurnian.

Setiap jenis komoditas tambang mineral bukan logam tertentu juga wajib diolah sesuai dengan batasan minimum pengolahan dan tiap jenis komoditas tambang batuan tertentu wajib diolah sesuai dengan batasan minimum pengolahan.

Dengan sendirinya seluruh perusahaan yang ada di daerah ini harus tahu karena itu regulasi yang berlaku secara nasional, katanya menjelaskan.

Ia mengatakan, dalam permen tersebut pemerintah tidak melakukan pelarangan terhadap penambangan seperti nikel, tetapi yang dilarang hanya penjualan ke luar negeri, tetapi kalau mau menjual hanya dalam negeri itu tidak masalah.”Pemerintah bersama-sama dengan masyarakat sudah mengharapkan adanya peningkatan nilai, dari bahan baku mineral menjadi bahan dari proses industri. Bukan hanya nikel tetapi semua jenis mineral kecuali minyak dan batubara,” katanya.

Ia menjelaskan, penghentian ekspor tersebut dimulai sekitar 7 Mei 2012 sehingga mau tidak mau seluruh perusahaan harus patuh karena inilah konsekwensi sebuah regulasi.

“Dalam undang-undang minerba disebutkan penghentian ekspor bahan mentah ke luar negeri selambat-lambatnya 2014, itu artinya bisa lebih cepat dari itu,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s