Bupati Kolaka dituding lakukan Pembohongan Publik Terkait Penambangan di Blok Lapao Pao.

Selasa, 17 Januari 2012

Kolaka. Pernyataan Bupati Kolaka, Buhari Matta terhadap pengelolaan kawasan tambang seluas 6.785 ha yang terletak di Blok Lapao Pao Kecamatan Wolo yang disampaikan saat Rapat Paripurna DPRD Kolaka dan saat kunjungan Komisi VII DPR RI beberapa bulan yang lalu kini di soroti oleh sejumlah penggiat LSM di Kolaka. Pasalnya saat itu Buhari Matta dengan jelas menyatakan bahwa sebelum perusahaan Tambang bekerja di Blok Lapao Pao, terlebih dahulu harus membangun pabrik. Hal ini dimaksudkan agar bisa menyerap tenaga kerja lokal yang dipekerjakan pada pabrik tersebut.
Selain itu, Pemerintah Daerah Kab. Kolaka mendapatkan saham sebanyak 17,8 persen dari hasil penjualan nikel di blok Lapao Pao. Berdasarkan pernyataan yang pernah dikeluarkan oleh Bupati Kolaka itu, sejumlah aktifis swadaya masyarakat  mengingatkan kembali kepada Bupati Kolaka tentang keharusan perusahaan Tambang untuk membangun pabrik sebelum bekerja. Pernyataan LSM ini sebenarnya memang beralasan, pasalnya saat ini PT Ceria Nugraha Indotama (PT CNI), perusahaan pemenang lelang di eks Blok PT Inco tersebut, saat ini sudah memulai aktifitasnya dengan membangun akses jalan produksi

Menurut Jabir, Koordinator Forum Swadaya Daerah mengatakan jika pernyataan Bupati  Kolaka tentang keharusan membangun pabrik terlebih
dahulu bagi Perusahaan yang bekerja di Blok Lapao Pao hanyalah pepesan kosong belaka. Hal ini terbukti saat ini PT Ceria Nugraha Indotama
yang mengantongi ijin Bupati Kolaka No. 348 Th 2011 sudah mulai membuat jalan produksi, namun tanda tanda untuk membangun pabrik belum ada sama sekali. “ kami menduga dalam pemenangan lelang di Blok Lapao Pao tidak terlepas dari kongkalingkong antara Dirut PT Ceria Nugraha Indotama dengan Bupati Kolaka. Hal tersebut bisa dilihat pada pernyataan Bupati Kolaka beberapa waktu lalu, namun PT CNI hingga hari ini belum melakukan hal tersebut.” Ujar Jabir. Dirinya juga menagih komitmen Bupati Kolaka kepada aturan yang pernah disampaikan melalui media massa pada waktu itu dan jika pernyataan Buhari Matta tersebut tidak bisa dibuktikan maka Bupati Kolaka telah melakukan Pembohongan Public kepada masyarakat Kolaka dan Pemerintah Indonesia.

Senada dengan itu, Koordinator LSM Lider Sultra, Herman Syahruddin juga menyangsikan aturan yang telah dikeluarkan oleh Bupati Kolaka tentang pembangunan pabrik di Blok Lapao Pao itu. “ membangun pabrik di kawasan Lapao Pao itu hanya janji yang tak mungkin di tepati, baik oleh Bupati Kolaka maupun PT CNI. pasalnya biaya yang digunakan dalam pembangunan pabrik nikel bukanlah hal yang sangat kecil, dan itu saya tidak yakin jika PT CNI bisa mendirikannya.” Ujar Herman. Ditambahkannya pula jika penambangan di blok Lapao pao diduga hanya menguntungkan penguasa dan pungusaha dan rakyat kecillah yang pasti merasakan kerugiannya karena pemerintah sangat sedikit perhatiannya terhadap rakyat.

Rolansyah Arya Pribadi dari Lembaga Gerakan Anti Korupsi Indonesia (Gaki) Kolaka, juga menuding Pemda Kolaka telah ceroboh menentukan pemenang lelang di lokasi eks PT Inco tersebut. Pasalnya pemilik PT Ceria Nugraha Indotama merupakan bagian dari perusahaan milik tersangka kasus korupsi, Atto Sampetoding. “saya berharap pemerintah serius menepati janji yang telah diterapkan pada perusahaan tersebut sebab jika tidak, janji pemerintah untuk menyerap tenaga kerja dipabrik yang telah dibangun akan menjadi boomerang yang akan digunakan masyarakat untuk menyerang pemerintah sendiri. Selain itu terkait Pimipinan PT CNI, kami akan melakukan pressure hukum ke pihak berwajib untuk mempertanyakan kejelasan kasus hukum Atto Sampetoding yang tersangkut kasus korupsi bersama Buhari Matta medio 2011 yang lalu.

Menanggapi Pernyataan sejumlah aktifis LSM Ketua DPRD Kab. Kolaka, Parmin Dasir menyatakan akan memanggil Bupati Kolaka, Buhari Matta untuk dimintai keterangannya terkait pernyataannya yang juga pernah dilontarkan pada sidang paripurna DPRD beberapa waktu yang lalu. “yang jelas kami akan menagih komitmen Bupati Kolaka terkait keharusan pembangunan pabrik bagi perusahaan yang bekerja di Blok Lapao Pao. karena saat paripurna dulu Bupati mengatakan di blok lapao pao, perusahaan harus bangun parik nikel terlebih dahulu sebelum melakukan aktifitas perusahaan. jadi kami akan tagih komitmen tersebut, dan jika hal itu tidak dapat dibuktikan maka kami menganggap Komitmen Bupati itu hanya Pembohongan Publik.” ujar Parmin. (Rl)
Diposkan oleh  SUARA KOLAKA  di 22:56

4 thoughts on “Bupati Kolaka dituding lakukan Pembohongan Publik Terkait Penambangan di Blok Lapao Pao.

  1. Tiga Desa Sepakati Pengambilan Sample Tambang PT Ceria

    Thursday, 02 February 2012 10:34
    Tiga Desa Sepakati Pengambilan Sample Tambang PT Ceria
    KOLAKA, PK
    Tiga Desa dari enam desa yang masuk dalam areal pertambangan milik PT.Ceria Nugraha Indotama sebagai pemenang lelang blok lapapao di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka Sultra, menyepakati pengambilan sample atau contoh ore tanah sebanyak tujuh kapal.
    “Tiga Desa itu adalah Desa Ponre, Desa Uluwolo dan Desa samaenre yang direncanakan akan dilakukan pengambilan sampling itu.” kata Ikrar, Lurah Wolo.
    Menurutnya, pengambilan bak sampling yang akan dilakukan oleh PT. Ceria di tiga desa itu untuk mencocokkan kualitas pabrik yang akan dibangun nantinya di Kecamatan Wolo serta penentuan kadar ore.
    “Memang pihak perusahaan harus mengambil bak sampling tanah ore itu agar bisa diketahui kapasitas pabrik serta besaran kadar ore itu. Selain itu juga, agar ore yang mempunyai kadar rendah tidak dijual di tempat lain lagi, namun dikelola sendiri,” jelas Ikrar.
    Pengambilan bak sampling sebanyak tujuh kapal, kata Ikrar, adalah ancang-ancang pihak perusahaan karena pabrik yang nantinya dibangun sudah tidak mengesampingkan kadar ore yang rendah.
    “Pendirian pabrik yang akan dilakukan oleh PT.Ceria berbeda dengan PT.Antam dan PT.Inco, karena rata-rata pabrik yang mereka dirikan kadar orenya diatas kadar dua up, sementara PT. Ceria akan mengelola kadar rendah,” kata Asisten I, Syarifuddin Lapasse.
    Menurut Asisten I, kawasan Block Lapapao yang terdiri dari empat desa dan dua kelurahan itu saat ini hanya tiga desa saja yang akan dilakukan eksplorasi, sementara Desa Lapapao belum dilakukan.
    Terkait maraknya aksi demonstrasi yang dilakukan oleh beberapa elemen masyarakat baik yang kontra maupun yang pro terhadap pertambangan , Asisten I maupun Lurah Wolo menjelaskan itu adalah bagian dari demokrasi. (sis/sal)

  2. sudah hentikan bicara masalah Blok Lapao-pao dan “buka lembaran baru”. sebaiknya Bupati Kolaka bentuk panitia lelang yang baru, itu lebih baik dari pada ribut melulu.

    • “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.
      Firman-Mu: Siapakah dia yang menyelubungi keputusan tanpa pengetahuan? Itulah sebabnya, tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui.
      Firman-Mu: Dengarlah, maka Akulah yang akan berfirman; Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku.
      Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
      Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu.”

      Setelah TUHAN mengucapkan firman itu kepada Ayub, maka firman TUHAN kepada Elifas, orang Teman: “Murka-Ku menyala terhadap engkau dan terhadap kedua sahabatmu, karena kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub.
      Oleh sebab itu, ambillah tujuh ekor lembu jantan dan tujuh ekor domba jantan dan pergilah kepada hamba-Ku Ayub, lalu persembahkanlah semuanya itu sebagai korban bakaran untuk dirimu, dan baiklah hamba-Ku Ayub meminta doa untuk kamu, karena hanya permintaannyalah yang akan Kuterima, supaya Aku tidak melakukan aniaya terhadap kamu, sebab kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub.”
      Maka pergilah Elifas, orang Teman, Bildad, orang Suah, dan Zofar, orang Naama, lalu mereka melakukan seperti apa yang difirmankan TUHAN kepada mereka. Dan TUHAN menerima permintaan Ayub.

      Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu.
      Kemudian datanglah kepadanya semua saudaranya laki-laki dan perempuan dan semua kenalannya yang lama, dan makan bersama-sama dengan dia di rumahnya. Mereka menyatakan turut berdukacita dan menghibur dia oleh karena segala malapetaka yang telah ditimpakan TUHAN kepadanya, dan mereka masing-masing memberi dia uang satu kesita dan sebuah cincin emas.
      TUHAN memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada dalam hidupnya yang dahulu; ia mendapat empat belas ribu ekor kambing domba, dan enam ribu unta, seribu pasang lembu, dan seribu ekor keledai betina.
      Ia juga mendapat tujuh orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan;
      dan anak perempuan yang pertama diberinya nama Yemima, yang kedua Kezia dan yang ketiga Kerenhapukh.
      Di seluruh negeri tidak terdapat perempuan yang secantik anak-anak Ayub, dan mereka diberi ayahnya milik pusaka di tengah-tengah saudara-saudaranya laki-laki.
      Sesudah itu Ayub masih hidup seratus empat puluh tahun lamanya; ia melihat anak-anaknya dan cucu-cucunya sampai keturunan yang keempat.
      Maka matilah Ayub, tua dan lanjut umur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s