H. Parmin Dasir : Saya Hanya Menagih Pernyataan Bupati

Kolaka–Ketua DPRD Kolaka, H. Parmin Dasir, yang dikonfirmasi Upeks melalui telepon selularnya kemarin, terkait pernyataannya dinilai oleh sejumlah LSM tidak mendukung kondisi iklim masuknya investasi di daerah ini.

Menurutnya, tidak ada pernyataannya yang sifatnya tidak mendukung masuknya investasi didaerah ini. Tetapi hanya menagih Bupati Kolaka yang diungkapkan dalam suatu rapat paripurna dengan mengatakan, terkait blok Lapaopao kini dimenangkan oleh perusahaan PT Ceria Nugraha Indotama(CNI) dalam kegiatannya tidak akan ada lagi pengiriman ore (tanah) keluar.
“Janji Bupati inilah yang kami tagih,” ungkap Parmin.
Dikatakannya, dengan rencana akan melakukan pengiriman ore(tanah) Nikel sebanyak 7 kapal sebagai sampling untuk kebutuhan pabrik adalah suatu hal yang tidak rasional. “Kalau dengan cara seperti apa bedanya dengan yang dilakukan oleh perusahaan tambang lainnya di wilayah Pomalaa,” kata Parmin. Menurutnya, kalau ada pengiriman ore lagi sebanyak itu keluar negeri, dengan dalil sebagai sampling, berarti pernyataan Bupati tidak sesuai dengan faktanya. “Tidak masuk akal kok sampel bisa sampai 7 kapal, ini kan akal-akalan namanya,” katanya dengan nada kesal.

Menurut Ihwan Kadir, aktivis  Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kolaka, Pernyataan H. Parmin Dasir  sebagai Ketua DPRD Kolaka itu sudah tepat. Bahkan sangat keliru ketika dia hanya berdiam diri sementara rakyat ditingkat bawah sedang bergolak.  Pada faktanya memang Bupati Kolaka menyatakan dengan sangat jelas bahwa tidak akan ada aktifitas eksploitasi sebelum pabrik berdiri dalam rapat paripurna DPRD beberapa lalu. Faktanya lagi dilapangan, sebagaimana yang dikatakan oleh Kepala Desa Ponre Waru dalam sosialisasinya kepada masyarakat seusai menandatangani berita acara kesepakatan bersama PT. Ceria dimakassar beberapa waktu lalu, salah satu poin yang disepakati adalah bahwa PT. Ceria akan mengirim sampel keluar negeri sebanyak kurang lebih 7 kapal yang rencananya akan diambil dari dua desa yaitu Ponre dan Samaenre. Pihak Manajemen PT. Ceria sendiri menagkui hal itu. Bahkan dalam pertemuan antara Masyarakat pemilik Lahan, PT. Ceria dan Kades Ponre serta Camat Wolo di Ponre beberapa waktu lalu, Pertemuan ini berakhir tanpa kesepakatan disebabkan pihak PT. Ceria tidak mampu menjawab pertanyaan peserta terkait siapa yang akan menjamin bahwa pengiriman sampel keluar negeri tidak akan lebih dari 7 kapal. Pihak PT. Ceria yang diwakili oleh Kenny Rachim saat berjanji akan kembali mengadakan pertemuan setelah ada jawaban dari Pimpinan (Manajemen) PT. Ceria.

Jadi sorotan dari Direktur LSM Perangkat Sultra, Nasruddin Foker,  itu tidak mendasar dan menandakan kekurang fahaman dia tentang kondisi dilapangan yang sesungguhnya. Inti permaslahan disini bukan pada siapa atau perusahan mana yang akan mengelola Blok lapao-pao. Tapi bagaimana agar ada sebuah rumusan konsep yang dapat menjamin rasa keadilan bagi semua pihak, khususnya hak-hak masyarakat penerima dampak lingkungan dan masyarakat pemilik lahan. Lanjut Ihwan Kadir.

Beberapa hari lalu, Direktur LSM Perangkat Sultra, Nasruddin F, menyorot Parmin yang menyatakan Bupati Kolaka melakukan pembiaran terhadap aksi yang dilakukan PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) yang mengambil sampling ore (tanah nikel) di blok Lapaopao sebanyak 7 kapal sebagai sample untuk kebutuhan pabrik.

Menurut Nasruddin, bagaimana dapat dikatakan pembiaran sementara fakta lapangannya perusahaan CNI itu sendiri belum melakukan aktivitas. “Yang benar adalah CNI saat ini baru melakukan tahap eksplorasi, proses sosialisasi di masyarakat sambil membenahi infrastruktur,” kata Nasruddin.
Dikatakannya, selaku ketua DPRD seharusnya memberikan komentar yang bisa menyejukkan tanpa menghalangi masuknya investasi di Kolaka dengan aman. “Jika memang terjadi hal yang tidak diinginkan di lapangan, seharusnya sebagai wakil rakyat menetralisir bukannya malah memperkeruh masalah.

Begitulah, jika sebuah kebijakan publik diputuskan tanpa melalui proses musyawarah yang sungguh-sungguh dengan semua pihak, tentu akan melahirkan sikap pro dan kontra. Blok Lapao-pao yang telah lama dinanti-nanti dengan harapan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat disekitarnya, mudah-mudahan kelak benar-benar dapat membuahkan hasil dan tidak justru menjadi sumber malapetaka berkepanjangan sebagaimana kasus tambang  yang banyak terjadi didaerah lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s