Blok Lapao-pao: DPRD Minta Bupati Kolaka Konsisten

DPRD Minta Bupati Kolaka Konsisten

(IANN News) Kolaka – Kalangan anggota DPRD Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara mengingatkan bupati setempat Buhari Matta agar konsisten menjaga komitmen yang sudah disampaikan pada masyarakat pada rapat paripurna beberapa waktu lalu terkait pemenang tender blok Lapaopao.

Anggota DPRD dari komisi III, Akring Johar di Kolaka, Selasa mengatakan, komitmen itu harus dibuktikan oleh pemerintah daerah dengan PT. Ceria Indotama sebagai pemenang tender.

“Kami akan terus mengawasi apa yang telah disampaikan oleh Buhari Matta, terkait komitmen perusahaan pemenang tender blok Lapaopao,” katanya.

Menurut Akring saat itu Buhari mempresentasekan tiga hal yang menjadi komitmen antara pemerintah daerah dengan perusahaan pemenang tender tersebut.

“Pertama, PT Ceria akan terlebih dahulu membangun pabrik sebelum melakukan aktivitas penambangan dan itu mulai dilakukan tahun 2012 ini, Kedua Pemda memiliki saham di perusahaan itu sebesar 17,8 persen dan yang ketiga perusahaan akan menyiapkan dana CSR untuk masyarakat Kolaka Khususnya di wilayah operasi penambangan,” ungkapnya Selain itu komitmen tersebut kata politisi PPRN itu, perusahaan harus memperhatikan hak-hak masyarakat dalam hal ini pemilik lahan berupa ganti rugi lahan serta perusahaan juga harus memiliki grand desain pengelolaan tambang di wilayah tersebut.

“Ini yang harus dipresentasekan pada Pemda dan DPRD sebagai wakil rakyat.” jelas Akring.

Namun jika salah satu komitmen itu tidak direalisasikan, maka bupati tidak boleh menerbitkan Izin Usaha Penambangan (IUP) blok Lapaopao dan saat itu bupati berjanji tidak ada ‘ore’ yang keluar dari Kolaka yang berasal dari blok Lapaopao.

“Itu yang harus dikontrol oleh DPRD sebagai fungsi pengawasan,” tegas Akring seraya menambahkan, upaya ini dilakukan karena menurut sejumlah anggota DPRD, PT Ceria belum memiliki rekam jejak dibidang pertambangan dan dikhawatirkan terjadi seperti di blok Pomalaa.

Kalau ada pengingkaran, Buhari Matta harus tanggung jawab, makanya kita harapkan komitmennya dibuat secara tertulis, terang Akring.

Begitu juga jika PT Ceria tak jadi membangun pabrik, maka Bupati Kolaka akan dinilai telah melakukan pembohongan publik. Untuk itu dia meminta semua pihak yang terlibat untuk terbuka dan membicarakannya dengan DPRD karena jika ada masalah dibelakang hari, maka pasti DPRD akan ikut terseret, sementara saat proses tender pihak DPRD tidak pernah dilibatkan.

Blok Lapaopao dengan luasan sekitar 6.000-an hektar adalah lokasi IUP milik PT Inco yang diserahkan ke pemerintah daerah untuk mengelolanya dan sekitar 2.000 hektar diantaranya merupakan pemukiman dan perkebunan warga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s